Dengan demikian, mendapatkan ilmu saja itu
belum cukup dan masih ada langkah selanjutnya yang tidak kalah pentingnya yaitu
bagaimana kita menggunakan ilmu tersebut yang akhirnya akan menjadi nur (cahaya)
dalam kehidupan kita. Namun kesemuannya itu tidak dapat dilepaskan dari modal
utama yaitu rasa keikhlasan dalam mengabdikan diri. Keikhlasan artinya melakukan
sesuatu dengan niat lillahita’ala (hanya karena Allah), dan dengan
modal keikhlasan ini kita tidak akan mengandalkan apa yang kita lakukan, akan
tetapi kita mengandalkan
pada capaian keridhaan Allah swt.
"Membaca sebagai jalan utama dalam memperluas dan mendalami wawasan, serta mempertajam analisa"
Showing posts with label nasihat. Show all posts
Showing posts with label nasihat. Show all posts
Monday, September 18, 2023
Ikhlas sebagai modal untuk mencapai ridha Allah swt.
Tujuan mencari ilmu: 1) pemenuhan kebutuhan, karena ilmu menjadi kunci kebahagiaan di dunia
dan akhirat; 2) pengabdian sosial dan diri sendiri, karena berbuat baik kepada orang lain menjadi tahap pertama yang harus
dilaksanakan, sebelum akhirnya mendapatkan tahap yang kedua yaitu orang lain berbuat
baik kepada
kita, dan
kalaupun orang lain tidak berbuat baik kepada kita, maka Allah akan mengembalikan kebaikan
yang pernah kita lakukan.
Wednesday, December 25, 2019
HATI DAN PIKIRAN YANG SEHAT SEBAGAI BEKAL INTROPEKSI DIRI
Sesuatu
yang lebih penting yang perlu
dilakukan di tahun baru ini adalah intropeksi diri dengan hati dan pikiran yang
sehat. Karena jika hati tidak sehat dan pikiran sehat akan berakibat sesat.
Sedang ketika hati sehat akan tetapi pikiran tidak sehat akan berakibat tidak
cermat tetapi terasa. Maka diperlukan keduanya yaitu hati dan pikir yang sehat
sebagai alat perasa dan penjaga kecermatan.
* Disarikan dari Nasihat Abah Hasyim Muzadi kepada
Santri Pesma Al-Hikam Malang dalam menyambut tahun baru 2012
Sunday, July 1, 2018
DOSA & AMPUNAN
DOSA & AMPUNAN
Abah Hasyim Muzadi (disarikan dari Pengajian Ramadhan)
Ampunan
Allah itu tidak bersifat otomatis, akan tetapi Allah membuka pintu ampunan untuk dimasuki dan dipenuhi syarat-syarat
memperoleh ampunan. Dosa-dosa kita menurut Imam Zainuddin Abu Hamid Muhammad
ibnu Muhammad al-Ghozali ada 4 tingkatan, yaitu 1) Dosa yang paling rendah
adalah kita melakukan dosa kepada Allah atau kepada manusia, artinya melanggar
hak Allah atau melanggar hak sesama manusia. Ketika kita melanggar hati kita
gelisah, kita merasa kalau kita itu salah, di situ menunjukkan kualitas hati
kita masih lumayan, karena ketika kita melakukan dosa masih ada
pertikaian/pertarungan antara hati kita yang baik dengan perbuatan kita yang
buruk. 2) Di
atasnya orang yang melakukan dosa akan tetapi hatinya tidak gelisah, hanya isin
dilihat orang. Jadi ia malakukannya sembunyi-sembunyi agar tidak dilihat oleh
orang lain/ia takut dengan jatuhnya martabat di mata manusia. 3) Di atasnya
lagi ada dosa yang kita laksanakan dan kita sudah tidak malu lagi dengan dosa
itu, baik kepada Allah maupun kepada manusia. 4) Di atasnya lagi ada dosa yang
dilakukan manusia dan dia bangga dengan dosanya itu. jadi, ia itu sudah
melakukan kesalahan, ora isin, ora sungkan, dan malah membanggakan dosa yang
dilakukan.
1,
2, 3, dan 4 dibukakan oleh Allah pintu maghfirah (ampunan), tetapi tentu harus dikurangi. Artinya
yang merasa kelas 4 ya turun ke kelas 3, dan seterusnya. Karena kita takut
kepada Allah dan bukan takut gelisah. Cara-cara yang ditunjukkan oleh Imam
Muhiddin Abu zakaria Yahya bin Syarof An-Nawawi atau lebih dikenal dengan Imam
Nawawi beliau mengatakan kalau kita ingin mengurangi/menghapus dosa ada
beberapa cara:
1.
Meningkatkan
kualitas dan kuantitas ibadah kita, misalnya kita sholat 5 waktu dengan tidak
sungguh-sungguh maka bisa dilakukan sholat yang sungguh-sungguh, dan ditambah
jumlah sholatnya dengan sholat-sholat sunnah, seperti rawatib, tahajud, dll.
Nasihat beliau “sholatkanlah pikiran anda selain mensholatkan badan anda”.
2.
Mengurus
kembali kesalahan kita kepada Allah dan juga manusia, untuk ngurus itu tidak
gampang karena kebanyakan dari kita tidak merasa, bagaimana mau mengurusi kalau
sudah tidak merasakan. Dengan istilah “bukan rumongso biso tetapi biso
rumongso”, artinya di sini terdapat muhasabah amal perbuatan kita
masing-masing. Kalau melakukan dosa ya segera Istigfar dan diatas istigfar ada
yang namanya taubat, tapi jarang juga orang melakukan taubat sekali jadi, kalau
memang orang yang tenanan (serius). Khusus untuk kesalahan kepada manusia itu lebih berat dibandingkan
kesalahan kita kepada Allah yang memiliki sifat Ghofururrahim. Allah tidak punya
dendam sedang manusia punya dendam, Allah tidak memerlukan sesuatu akan tetapi
manusia memerlukan sesuatu dan ketika keperluannya kita ambil maka hatinya akan
sakit. Salah kepada manusia ada 2 macam, ada salah kepada diri orang tersebut (menyakiti
atau yang lainya) yang harus
diselesaikan dengan proses hukum, dan ada salah kepada hak
kepemilikannya (hutang dan yang lainnya).
Monday, May 30, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ikhlas sebagai modal untuk mencapai ridha Allah swt.
Tujuan mencari ilmu : 1) pemenuhan kebutuhan, karena ilmu menjadi kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat; 2) pengabdian sosial dan di...
-
Oleh: A. Qomarudin PENDAHULUAN Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. adalah surat al-Alaq ayat 1-5, yang kandung...
-
مجموع القواعد الفقهية 1) الأمور بمقاصدها 2) اليقين لا يزال بالشك 3) الاصل بقاء ما كان على ما كان 4) الأصل ...
-
Oleh: A. Qomarudin PENDAHULUAN Hidup bermasyarakat berarti hidup berdampingan dengan orang lain, dan hidup berdampingan d...
